Jangan Sepelekan Penyakit Bells Palsy, Karena Beresiko Sebabkan Komplikasi Serius

 

Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi dimana salah satu bagian wajah menjadi melorot dan sulit untuk digerakkan? Wajib hati-hati karena bisa jadi terserang bells palsy, ini merupakan sebuah penyakit yang kerap kali dikatakan sebagai stroke, padahal sebenarnya keduanya berbeda, hanya dari segi gejalanya sendiri memang mirip terkenal stroke ringan. Penyakit ini biasanya menyebabkan kondisi otot wajah sebagian mengalami kelumpuhan, sehingga pada penderitanya sendiri maka akan tampak memiliki wajah yang setengah melorot.

Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab dari gangguan kesehatan tersebut, termasuk diantaranya adalah infeksi virus, hingga disebabkan oleh beberapa penyakit yang lainnya, diantaranya adalah infeksi yang menyerang telinga bagian tengah penderitanya, sampai dengan penyakit gula darah yaitu diabetes melitus yang sudah cukup serius, jadi akan menyebabkan kerusakan pada saraf. Penyakit ini pada umumnya dapat menjangkiti siapa saja, namun yang paling rentan sendiri adalah mereka yang usianya sekitar 15 hingga 60 tahun.

Meskipun dikatakan penderitanya bisa sembuh atau pulih dalam rentan waktu sampai dengan 6 bukan, namun tetap saja kondisi tersebut harus diwaspadai, karena memang beresiko tinggi untuk menyebabkan terjadinya komplikasi, seperti diantaranya adalah:

  1. Kerusakan syaraf pada wajah, kerusakan syaraf yang terjadi pada wajah ini bisa berlangsung secara permanen, sehingga nantinya tidak akan bisa ditolong atau diobati kembali.
  2. Mengalami gerakan otot yang akan muncul secara tidak disengaja atau tidak diperintah, seperti diantaranya adalah wajah yang berkedut ataupun yang lainnya. hal ini akan terjadi secara tidak disadari.
  3. Ulkus kornea, kerusakan saraf ini nantinya juga akan berimbas pada saraf yang pada pada mata, termasuk diantaranya adalah menyebabkan luka pada kornea mata penderitanya atau yang dikenal sebagai ulkus kornea.
  4. Kehilangan kemampuan di dalam mengecap rasa, karena saraf yang ada di bagian ini juga mengalami kematian.

Untuk itulah bagi penderitanya yang sudah mengalami gejala tersebut maka segera dianjurkan untuk ke dokter melakukan pemeriksaan. Guna memastikan faktor yang menjadi penyebabnya tersebut, maka nantinya dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mengetahui hasilnya, seperti dengan melakukan EMG atau elektromiografi, kemudian dengan menjalani MRI dan juga CT Scan sampai melakukan tes darah. Adapun diantaranya beberapa jenis pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan kondisi ini, seperti:

  1. Menggunakan obat kortikosteroid, obat-obatan yang satu ini memiliki fungsi di dalam meredakan peradangan yang terjadi pada saraf wajah dan biasanya diberikan pada penderitanya yang baru saja mengalami atau merasakan gejala selama beberapa hari saja.
  2. Obat antivirus, jika faktor penyebabnya sendiri adalah serangan dari virus-virus tertentu, maka untuk mengatasi atau meredakan gejalanya akan diberikan resep obat antivirus, diantara obatnya adalah valacyclovir.
  3. Obat pereda nyeri, guna meredakan nyeri pada pasien maka akan diberikan resep obat untuk mengatasi nyeri tersebut layaknya paracetamol dan juga ibuprofen.

Biasanya untuk penderita ringan membutuhkan waktu pemulihan antara 2 minggu sampai dengan 6 bulan, menyesuaikan dengan faktor penyebabnya juga. Biasanya untuk mempercepat kembalinya fungsi bagian tubuh tersebut seperti sedia kala, maka penderita dari bells palsy ini tidak hanya diberikan obat-obatan oral saja, melainkan juga akan ditunjang dengan fisioterapi. Dokter sendiri biasanya juga akan memberikan suntik botox untuk mengembalikan kondisi wajah seperti sedia kala. Suntik botox ini nantinya akan langsung dilakukan pada bagian otot wajah yang tegang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *