SUSTAIN, Aliansi Perusahaan Sukanto Tanoto dan Perusahaan-Perusahaan Sawit Demi Praktek Industri Berkelanjutan

Sumber: asianagri.com

Perusahaan perkebunan dan pengolahan sawit kerap dipandang sebagai salah satu kontributor pemanasan global. Deforestasi hingga eksploitasi alam secara berlebihan seakan selalu melekat dalam praktek bisnisnya. Sukanto Tanoto dan perusahaan-perusahaan yang dipimpinnya sangat menyadari hal tersebut. Namun jika hanya sendirian, mewujudkan praktek industri kelapa sawit yang berkelanjutan jelas akan sangat sulit, bahkan mustahil untuk dilakukan.

Peran pemangku kepentingan dibutuhkan untuk menekan dampak buruk yang dapat ditimbulkan. Praktek industri yang berbasis pada prinsip berkelanjutan tidak seharusnya hanya menjadi sebuah wacana. Butuh tindakan nyata yang diamini oleh semua stakeholder industri sawit. Untuk alasan itulah, Sukanto Tanoto dan salah satu perusahaannya, yakni Apical menginisiasi berdirinya aliansi SUSTAIN.

Apa Itu SUSTAIN

Aliansi SUSTAIN pertama kali dibentuk pada 7 September 2018. SUSTAIN sendiri merupakan kependekan dari Sustainability Assurance & Innovation Alliance, sebuah aliansi yang terdiri dari perusahaan-perusahaan perkebunan dan pengolahan sawit yang beroperasi di Indonesia.

Aliansi yang diinisiasi oleh perusahaan Sukanto Tanoto ini memiliki satu tujuan utama. Mewujudkan kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dengan berpegang pada prinsip berkelanjutan yang tertuang dalam NDPE Policy. Melalui SUSTAIN ini jugalah, setiap perusahaan yang tergabung di dalamnya menunjukkan komitmennya untuk menjalankan aktivitas bisnis tanpa deforestasi, tanpa gambut serta tanpa eksploitasi.

Dari grup bisnis RGE, dua perusahaan Sukanto Tanoto yang tergabung dalam aliansi SUSTAIN ini di antaranya adalah Apical dan Asian Agri. Selain itu, ada juga perusahaan Neste, KAO Corporation, CORE dan SAP.

Salah satu cara yang ditempuh SUSTAIN dalam mewujudkan industri sawit berkelanjutan adalah dengan memanfaatkan teknologi blockchain. Dipilihnya teknologi blockchain oleh perusahaan Sukanto Tanoto dan aliansi SUSTAIN adalah karena kapasitasnya dalam mendorong terwujudnya transparansi, kolaborasi dan inovasi dalam industri sawit.

Potensi teknologi blockchain dalam mengembangkan alat yang mampu mengumpulkan data, memudahkan proses analisa dan melakukan pelacakan memang telah banyak dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis dalam mengembangkan usahanya. Akan tetapi, SUSTAIN memiliki fokus yang berbeda dalam pemanfaatannya.

Fokus utama SUSTAIN dan perusahaan Sukanto Tanoto dalam memanfaatkan teknologi blockchain adalah untuk mendorong kolaborasi dan mengatasi isu-isu keberlanjutan pada level lanskap.

Mengukuhkan Komitmen Melalui ISPO

Upaya perusahaan Sukanto Tanoto dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan tidak hanya dilakukan melalui SUSTAIN. Salah satu unit bisnis RGE, yakni Asian Agri juga secara aktif terus memperbaiki diri.

Tepat pada tanggal 27 April 2019, Asian Agri mengukuhkan komitmennya. Pada awal tahun 2019, semua unit bisnis yang berada di bawah naungan Asian Agri akhirnya berhasil memenuhi ISPO. Hal ini menjadikan perusahaan Sukanto Tanoto tersebut sebagai produsen minyak sawit terbesar di Indonesia yang sukses mendapatkan ISPO 100%.

ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System) sendiri sebenarnya merupakan program pemerintah yang dibuat untuk meningkatkan standar kompetensi minyak sawit Indonesia sekaligus sebagai upaya pemerintah dalam menekan produksi gas rumah kaca.

Program ini sebenarnya sudah diluncurkan sejak tahun 2009 lalu. Meski demikian, jumlah partisipasi perusahaan perkebunan dan pengolahan minyak sawit terhadap ISPO masih sangat kecil. Hingga tahun 2019, baru 15% dari total pelaku usaha dalam industri sawit yang sudah mendapatkan sertifikasi ini.

Karena itu, selain memenuhi sertifikasi ISPO untuk kalangan sendiri, perusahaan Sukanto Tanoto juga aktif mendorong mitra petani swadaya untuk memenuhi sertifikasi yang sama. Hal ini dilakukan dengan memberikan persyaratan ketat, khususnya untuk para petani yang ingin menjual kelapa sawitnya kepada Asian Agri. Namun tidak hanya memberikan dorongan, perusahaan juga siap membantu para petani yang mengalami kesulitan dalam memenuhi persyaratan ISPO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *